Selasa, 09 Juli 2013

Cerita 2009 - 2013 (Tentang Pekerjaanku)

     Sudah lama sekali aku tidak menceritakan kisahku. Bahkan menuliskannya pun tidak. Terlalu banyak hal yang kulewati hingga aku tak sanggup lagi mengingat detailnya. Ini barangkali bagian yang kuingat, bukan satu-satunya, yaitu perjalanan kerjaku yang hampir-hampir membuatku menyerah untuk hidup. Setelah lulus kuliah, aku tidak langsung bekerja sebagaimana lulusan lainnya yang berburu kerja sesaat setelah lulus. Aku masih terlibat dalam kegiatan kerohanian di kampus. Ini adalah komitmen. Jadi, aku harus menyelesaikannya hingga periode kepengurusan selesai, Februari 2010. Aku lulus Agustus 2009. Bayangkan, enam bulan setelah pengumuman kelulusan, aku masih aktif di kampus. Baiklah itu tidak jadi masalah, bergelar alumni tapi masih keliaran di kampus. Masalahnya adalah uang kiriman dari orang tua sudah hampir berhenti mengalir. Aku berpikir sudah saatnya aku hidup mandiri dan harus mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Nah, sebagai penopang kebutuhan, aku mengambil kerja sampingan, les privat. Aku masih ingat gaji pertamaku dari mengajar privat tidak sampai lima ratus ribu rupiah. Ini baru permulaan, pikirku, tidak masalah.

    Februari, tahun 2010 tiba. Masa komitmen pelayanan di kampus selesai. Aku berniat mencari kerja tetap. Eh... malah ditawari menjadi tim kerja persekutuan mahasiswa kristen wilayah Jakarta Timur. Awalnya ada niat untuk menolak. Alasannya beragam jika kuceritakan. Mulai dari perasaan malu karena belum mendapat pekerjaan tetap hingga paksaan dari orang tua untuk bekerja... Singkat cerita, aku bersedia. Mungkin ini namanya panggilan hati. Sebanyak apapun alasan yang tersedia, jika hati terpanggil, laksanakan! Ini berlangsung selama enam bulan, hingga Agustus. Aku masih bekerja sebagai guru privat. Aku masih ingat anak privatku saat itu bernama Erwin. Sekarang dia melanjutkan sekolah di Bangka, kota kelahirannya.
Waktu bergulir.

     Tahun 2010 sudah hampir tiba di penghujungnya. Agak sulit untuk mencari pekerjaan bulan-bulan itu. Tapi, aku terus berusaha mencari. Hingga aku diterima di sebuah bimbel sains, Galileo Junior, pada bulan Agustus awal. Bagiku, bimbel ini tepat. Dan aku suka. Bergerak di bidang sains dan matematika. Bekerjasama dengan beberapa sekolah terkenal untuk menjalankan program sains. Namun, masalah selalu ada. Hubunganku dengan pimpinan di bimbel ini kurang baik. Tak perlu kujelaskan. Hingga bulan Desember aku memutuskan mengundurkan diri. Januari 2011 aku tidak bekerja lagi, hampir sebulan penuh. Hingga aku dipanggil kembali oleh bimbel yang lama untuk bekerja. Karena kebetulan mereka butuh tenaga pengajar. Aku terima dengan beberapa persyaratan. Akhir Januari aku kembali bekerja di bimbel itu. Dan, terulang lagi, apa yang sudah disepakati berbeda dengan pelaksanaan saat kerja. Aku berniat keluar. Namun, karena aku sudah berjanji kerja hingga Juni, aku tetap melaksanakan kerjaku. Saat itu aku memegang bagian pengembangan program sains. Mengembangkan program yang sudah ada dan sekaligus menciptakan program baru atau percobaan-percobaan sains sederhana yang baru. Tidak sampai Juni, akhir Mei, aku resign dari kerjaan tersebut dengan alasan yang tidak bisa kujelaskan di sini.

     Bulan Juni 2011 aku kembali menjadi pengangguran. Sebulan penuh kumanfaatkan untuk berburu kerja. Saat itu targetku adalah mengajar di sekolah. Dua tiga lowongan kudapatkan. Kuikuti ujiannya. Pertama, tidak diterima. Kedua dan ketiga masih belum ada jawaban. Awal Juli aku mendapat penggilan dari lowongan ketiga. Langsung kuterima. Dan itulah sekolah di mana aku mengajar hingga saat ini.

     Jika dihitung sejak aku bekerja di sekolah Eka Wijaya, sudah dua tahun aku mengajar di sana, hingga aku menuliskan ini. Bukan tanpa masalah. Di awal pun ada masalah. Kesepakatan, aku mengajar di SMP, tapi kenyataannya aku ditempatkan di SMK. Mengajar matematika keuangan pula. Bidang yang belum kukuasai saat itu. Oke kujalani saja sambil mengajar aku juga belajar. Belajar hal baru, matematika keuangan terutama.

     Setahun di Eka Wijaya berlalu. Tahun kedua aku ditempatkan di SMP. Matematika lagi. Padahal aku lulusan pendidikan fisika. Aku suka fisika. Jadi, bila diamati sejak aku lulus, aku tidak pernah mengajar fisika. Karena sudah lama tidak dipelajari ulang, lumayan banyak lupa. Aku malah jatuh cinta mengajar matematika di SMP.

     Sekarang, aku memasuki tahun ketiga mengajar di Eka Wijaya. Nah, pada kesempatan ini aku dipercayakan mengajar fisika. Memang aku banyak lupa, karena sudah empat tahun tidak buka buku fisika, namun aku harus belajar lagi. Lebih giat lagi dari yang sudah-sudah.

     Itulah perjalanan kerjaku setelah aku lulus hingga pertengahan tahun 2013 ini.

     Jangan tanyakan masalah percintaanku.hehe... Itu punya kisahnya sendiri, yang kelak aku ceritakan kepada seseorang yang bersedia kuceritakan dan bersedia mendengarkanku.

Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar